Virenial
  • Login
  • News
  • Tech & Digital
    • Tekno
    • App Review
    • MOD Review
  • Lifestyle
    • Otomotif
    • Wisata
    • Kuliner
    • Health
    • Entertainment
  • Family & Religi
    • Dunia Bunda
    • Khazanah Islami
  • Economy & Law
    • Bisnis & Finance
    • Pusat Peraturan
  • Sport
No Result
View All Result
  • News
  • Tech & Digital
    • Tekno
    • App Review
    • MOD Review
  • Lifestyle
    • Otomotif
    • Wisata
    • Kuliner
    • Health
    • Entertainment
  • Family & Religi
    • Dunia Bunda
    • Khazanah Islami
  • Economy & Law
    • Bisnis & Finance
    • Pusat Peraturan
  • Sport
No Result
View All Result
Virenial
No Result
View All Result
Home Olahraga

Opini Indonesia vs Bahrain, Kualifikasi Piala Dunia 25 Maret 2026

by Nazar Pratama
Senin, 19 Januari 2026, 01:03
Opini Indonesia vs Bahrain, Kualifikasi Piala Dunia 25 Maret 2026

Jakarta, Virenial.com – Pada hari Selasa tanggal 25 Maret 2026, Indonesia melanjutkan pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Bahrain. Pertandingan ini berlangsung di Jakarta, Stadion Gelora Bung Karno.

Berdasarkan jalannya pertandingan ini, kami ingin memberikan opini terhadap beberapa hal yang terjadi dalam pertandingan tersebut.

Hal-hal yang akan kami berikan pendapat yaitu beberapa topik sebagai berikut.

Formasi yang Digunakan

Melihat kembali pertandingan sebelumnya antara Australia vs Indonesia tanggal 20 Maret 2026, Indonesia saat itu menggunakan formasi 4-3-3.

Sedangkan pada pertandingan melawan Bahrain, Indonesia menggunakan formasi 5-2-3.

Formasi 5-3-2 ini mengingatkan kita kembali pada formasi pakem yang digunakan timnas Indonesia saat masih dilatih oleh Shin Tae-yong (STY).

Namun kami melihat ada perbedaan dalam skema permainan yang berbeda walaupun dengan formasi yang sama saat ini.

Kami akan membahas perbedaan skema permainan pada bagian di bawah ini.

Skema atau Taktik Permainan

Seperti yang kami katakan sebelumnya, walaupun dengan formasi yang sama yaitu 5-3-2, namun cara bermain atau taktik ada perbedaan antara era STY dengan era Patrick Kluivert.

Berikut beberapa hal yang kami anggap sebagai perbedaannya:

1. Wing Back lebih aktif dalam penyerangan maupun bertahan

Pada pertandingan melawan Bahrain, kita bisa melihat calvin verdonk dan Kevin Diks lebih sering maju ke area pertahanan lawan. Namun saat bertahan mereka berdua juga disiplin untuk ikut mengamankan gawang Indonesia.

BacaJuga :

Liga Champions: Gol Jhon Duran Menangkan The Villans 1-0

Lama Tak Terlihat Sejak 2013, Michael Schumacher Disebut Hadiri Pernikahan Sang Anak

Hasil Lille Vs Real Madrid: Juara Bertahan Liga Champions Keok 0-1

Prediksi wolves Vs Burnley Kamis 29 Agustus 2026, Putaran Kedua Carabao Cup

Prediksi Skor dan Line Up Newcastle United Vs AFC Wimbledon Hari Rabu, 2 Oktober 2026

Berbeda ketika di era STY, posisi wing back lebih banyak bertahan dibandingkan ikut membantu penyerangan.

2. Munculnya Sosok Gelandang Bertahan Murni yang Bermain Sangat Baik

Pada laga melawan Bahrain ini, skuat timnas kembali diisi oleh pemain debutan yaitu Joey Pelupessy.

Melihat cara bermain Joey Pelupessy selama pertandingan ini, kami merasa akhirnya salah satu puzzle sepertinya telah ditemukan untuk posisi gelandang bertahan.

Cara bermain dan penempatan posisi dari Joey Pelupessy sangat identik dengan gelandang bertahan murni.

Joey Pelupessy membantu center back dan juga menjadi benteng di tengah bawah untuk menahan serangan lawan.

Joe juga tampak selalui disiplin menjaga posisi dan perannya di posisi gelandang bertahan.

Semoga Joey Pelupessy terus dapat bermain konsisten saat membela timnas Indonesia di pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Bila dibandingkan dengan era STY, timnas Indonesia tidak menggunakan gelandang bertahan murni, kami melihatnya STY menggunakan taktik gelandang tengah atau CMF yang diharuskan ikut bertahan dan ikut menyerang.

Menutur kami, 2 orang yang diplot sebai gelandang tengah di era STY akan sangat kewalahan karena memiliki role yang terlalu luas.

Sedangkan di era Kluivert, Joe Pelupessy langsung di kunci posisinya sebagai DMF atau gelandang bertahan saja sehingga kami merasa ini yang membuat penampilannya menjadi solid karena memiliki role yang jelas.

3. Pola Penyerangan

Ketika era STY, dapat kita lihat bahwa pola penyerangan timnas indonesia lebih sering menggunakan taktik ball possession di daerah pertahanan lawan.

Tentunya hal ini rawan counter attack dan juga akan kesulitan mendapatkan ruang tembak karena pemain lawan sudah berkumpul di area bertahannya.

Sedangkan di era Kluivert, Timnas kebanyakan menggunakan ball possession di area bertahan dan area tengah yang kemudian langsung memberikan umpan lambung ataupun umpan terobosan kepada pemain depan.

Dengan taktik ini, timnas akan terhindar dari resiko counter attack atau serangan balik. Selain itu juga serangan timnas akan lebih memiliki chance karena pemain depan hanya akan berduel dengan pemain bertahan lawan.

Selain itu, dengan adanya Ole Romeny saat ini di Timnas Indonesia, sepertinya Puzzle sosok striker yang kita butuhkan akhirnya sudah kita dapatkan.

Opini Kelemahan atau Kekurangan Timnas Indonesia VS Bahrain

Di babak pertama, kami melihat timnas indonesia bermain solid dan sangat baik di semua lini.

Namun di babak kedua, entah mungkin ada taktik atau instruksi yang berubah, membuat permainan indonesia terlihat seperti tidak solid antar lini.

Posisi Joey Pelupessy tidak lagi menjadi gelandang bertahan murni tapi menjadi gelandang tengah seperti yang ada di era STY. Perubahan ini membuat lini pertahanan menjadi kurang kuat dan rentan terhadap serangan yang menusuk dari lapangan tengah.

Terbukti dari beberapa peluang Bahrain di babak kedua yang hampir menjadi gol.

Pada pertandingan ini kami juga menyoroti penampilan Calvin Verdonk yang tidak selugas dan sebaik sebelum-sebelumnya.

Calvin Verdonk seringkali tidak dapat menahan serangan yang datang di sisi kiri pertahanan timnas.

Entah mungkin saja Calvin sedang under perform atau ada masalah taktikal. Namun pastinya kami menganggap penampilan Verdonk di pertandingan ini tidak seperti biasanya.

Dua hal ini yaitu berubahnya role Joey Pelupessy dan Calvin Verdonk yang under perform membuat penampilan timnas Indonesia di babak kedua seperti turun jauh dibandingkan dengan babak pertama sehingga di babak kedua Bahrain bisa banyak menguasai pertandingan dan membuat peluang gol.

Namun dengan berbagai kondisi tersebut, untungnya dewi fortuna masih berpihak pada Timnas Indonesia dimana skor akhir pertandingan tetap bertahan 1-0 untuk kemenangan Timnas Indonesia.

*Tulisan ini hanyalah opini, jika ada perbedaan pendapat tentu adalah hal yang wajar terjadi.

Tags: indonesia vs bahrainJoey PelupessyPatrick KluivertSTYTimnastimnas indonesiaworld cupworld cup qualification
ShareTweetShareSend

Related Posts

Liga Champions: Gol Jhon Duran Menangkan The Villans 1-0

Liga Champions: Gol Jhon Duran Menangkan The Villans 1-0

28 Februari 2026
Lama Tak Terlihat Sejak 2013, Michael Schumacher Disebut Hadiri Pernikahan Sang Anak

Lama Tak Terlihat Sejak 2013, Michael Schumacher Disebut Hadiri Pernikahan Sang Anak

28 Februari 2026
Hasil Lille Vs Real Madrid: Juara Bertahan Liga Champions Keok 1-0

Hasil Lille Vs Real Madrid: Juara Bertahan Liga Champions Keok 0-1

28 Februari 2026
Prediksi wolves Vs Burnley Kamis 29 Agustus 2024, Putaran Kedua Carabao Cup

Prediksi wolves Vs Burnley Kamis 29 Agustus 2026, Putaran Kedua Carabao Cup

28 Februari 2026
Prediksi Skor dan Line Up Newcastle United Vs AFC Wimbledon Hari Rabu, 2 Oktober 2024

Prediksi Skor dan Line Up Newcastle United Vs AFC Wimbledon Hari Rabu, 2 Oktober 2026

28 Februari 2026
Hasil Al Feiha Vs Al Nassr, Ronaldo Gol Free Kick

Hasil Al Feiha Vs Al Nassr, Ronaldo Gol Free Kick

28 Februari 2026
Next Post
Cara Membuat Animasi Gif di Photoshop, 7 Langkah yang Praktis dan Mudah Anda Ikuti

Cara Download Video LINE di Android, iPhone & PC, Gampang dan Praktis!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Cara Bobol Wifi Dengan IP Address di Android Mudah

Download Virtex WA Super Lag Lengkap Gratis

Selasa, 3 Maret 2026, 22:31
100 Nama FB Unik dan Menarik yang Bisa Anda Gunakan

Cara Hack XenoWerk Mudah

Selasa, 3 Maret 2026, 22:20
Virtex Salin

Begini 7 Cara Beli Paket Wifi ID yang Mudah

Selasa, 3 Maret 2026, 22:20
100 Nama FB Unik dan Menarik yang Bisa Anda Gunakan

100 Nama ML Aesthetic Unik dan Keren yang Bisa Anda Pakai

Selasa, 3 Maret 2026, 22:17
100 Nama FB Unik dan Menarik yang Bisa Anda Gunakan

Virtex WA Ganas dan Tips Menangkalnya

Selasa, 3 Maret 2026, 22:13

Virenial – Media Berita Nasional

Virenial adalah media siber nasional yang menyajikan berita faktual, akurat, dan berimbang mengenai isu nasional dan internasional.

PT Virenial Media
Gedung Virenial Group
Jl. DR Sujono
Jakarta Pusat, Jakarta – 10110
Email: redaksi@virenial.com

© 2019-2026 Virenial

Informasi

Tentang Kami
Redaksi
Kontak
Kebijakan Privasi
Disclaimer
Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik
Hak Jawab
Koreksi Berita
Iklan & Kerja Sama
Sitemap

Virenial Network

  • Virenial News
  • Sport News
  • Celeb Update
  • Tekno Updates
  • Review APK
  • Review MOD
  • Review Game PS
  • Otomotif Center
  • Travel Guide
  • Food & Recipe
  • Bunda & Kids
  • Pusat Peraturan
  • Bisnis & Karir
  • Health Tips
  • Khazanah
  • Forum Diskusi
No Result
View All Result
  • News
  • Tech & Digital
    • Tekno
    • App Review
    • MOD Review
  • Lifestyle
    • Otomotif
    • Wisata
    • Kuliner
    • Health
    • Entertainment
  • Family & Religi
    • Dunia Bunda
    • Khazanah Islami
  • Economy & Law
    • Bisnis & Finance
    • Pusat Peraturan
  • Sport
  • Login

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?