Jawa BaratBeritaIndonesia

Perpisahan Sekolah di Pantai Pangandaran Jadi Tragedi

Pangandaran, Virenial – Empat remaja terseret ombak di Pantai Pangandaran pada hari Kamis 13 Juni 2026 pukul 08.30 WIB. Empat remaja ini berasal dari Kabupaten…

Perpisahan Sekolah di Pantai Pangandaran Jadi Tragedi
Perpisahan Sekolah di Pantai Pangandaran Jadi Tragedi
Iklan 728 × 90

Pangandaran, Virenial – Empat remaja terseret ombak di Pantai Pangandaran pada hari Kamis 13 Juni 2026 pukul 08.30 WIB. Empat remaja ini berasal dari Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Empat remaja yang terseret ombak di pantai Pangandaran ini merupakan siswa MTS Persis Ketapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Mereka berada di Pantai Pangandaran dalam rangka acara perpisahan sekolah.

Empat pelajar yang terseret ombak pantai pangandaran yaitu Agil Ramdhan (15), Sidqi (15), Hafid Arrafi (15) dan Rafi (15).

Tiga dari empat orang dari pelajar yang terseret ombak tersebut berhasil selamat sedangkan 1 orang lagi yakni Hafid Arrafi (15) masih dinyatakan hilang.

Pelajar yang hilang tersebut berasal dari Desa Bojongkunci, Kecamatan Pamengpeuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Hilman Arif, Wali kelas korban di MTS Persis Katapang Bandung, menjelaskan kronologi kejadian dimana empat pelajar tersebut awalnya menggunakan buggy boat lalu terhempas ombak besar.

“Sebelum terseret ombak, empat pelajar itu melakukan aktivitas berenang dengan menggunakan buggy boat. Namun, selang beberapa waktu datang ombak besar sehingga menghantam keempat siswa itu hingga ketengah sekitar 30 meter,” kata Hilman, Kamis 13 Juni 2026.

Hilman juga menyampaikan bahwa awalnya ada lima orang yang akan berenang ke laut di lokasi yang berbeda dengan teman-temannya yang lain namun kemudian satu orang tidak jadi ikut.

“Yang berenang ke laut ada empat orang,” kata Hilman.

Dari penuturan salah satu pelajar yang selamat, mereka menaiki buggy boat dan melawan ombak sampai pada akhirnya mereka terhempas saat melawan ombak tersebut.

“Mereka berhasil melawan empat ombak, namun pada ombak kelima mereka terseret. Hafid sempat meminta bantuan dan berteriak ‘tolong’. Sidqi berhasil diselamatkan dan dibawa ke darat, namun Hafid belum ditemukan,” ujar Hilman.

Hilman juga menyatakan bahwa para guru sudah mengingatkan para siswa agar tidak memisahkan diri dengan rombongan dan tidak terlalu ketengah laut.

Iptu Anang Tri, Kasat Polairud Polres Pangandaran, mengatakan bahwa kondisi ombak memang sedang tinggi yaitu 2 sampai 3 meter pada saat kejadian tersebut terjadi.

“Karena yang selama ini terseret ombak karena berenang terlalu tengah, kondisi ombak sedang tinggi dan berenang di area terlarang,” kata Iptu Anang.

Nazar Pratama
Ditulis oleh

Nazar Pratama

Seorang jurnalis yang berpengalaman dalam pemberitaan media online dan menyajikan berita secara aktual dan faktual.

Lihat semua artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.